8730
Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun. Sesungguhnya kita ini adalah milik Allah dan hanya kepada Allah kita akan kembali. Yogyakarta, 27 May 2006, di Parangtritis sedang direncanakan untuk diadakan acara pertunjukkan ketangkasan sepeda motor (motorcycle shows). Pagi itu cuaca di lokasi Pantai Parangtritis cukup cerah, penonton sudah banyak yg berdatangan. Hari itu, hari Sabtu dan merupakan waktu liburan sekolah, sehingga banyak yg ingin menyaksikan acara menarik ini. Pagi itu, sekitar pukul 5.54, merupakan hari yang tidak disangka-sangka, hampir berbarengan dengan terbitnya sang surya, tiba-tiba seluruh rumah dan isinya bergoyang-goyang hampir 1 menit, tidak lama kemudian teriakan-teriakan histeris dan bunyi barang jatuh terus bersahut-sahutan, "erangan-erangan" kesakitan turut membuat pilu suasana. Sekali lagi, Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang menunjukkan kekuasaanNya kepada umat manusia serta memberinya cobaan. Ribuan rumah di Bantul rata dengan tanah, ribuan jiwa meninggal dunia menghadap Illahi akibat terkena reruntuhan bangunan. Bagi mereka yang meninggal dunia, mereka telah dipilih Allah untuk menjadi syuhada, sebab mereka meninggal akibat musibah yang terjadi. Jika dalam hadis disebutkan bahwa mereka yang meinggal akibat sakit perut, akibat tenggelam dapat menjadi syahid, maka dapat kita qiyaskan juga mereka yang meninggal akibat terkena runtuhan bangunan, akibat bencana ini juga merupakan syuhada sebab mereka terkena musibah dan bencana alam. Dari isu yang beredar di masyarakat, gempa itu adalah akibat dari ledakan Bom Nuklir. Isu tersebut sebenarnya adalah kabar bohong belaka. Berikut ini adalah analisa seorang pakar nuklir yang mengatakan bahwa gempa Jogja mustahil akibat ledakan Bom Nuklir: Dari eksperimen ujicoba detonasi nuklir permukaan tanah di medan percobaan Gurun Nevada dan atol Bikini, diketahui bahwa range fraksi energi ledakan yang diubah menjadi energi gempa berkisar antara 0,1 % hingga 0,001 %. Jika diambil nilai tengahnya (0,001 %) dan digabungkan dengan persamaan yang dikembangkan Charles F. Richter dan Beno Gutenberg, didapatkan hubungan antara energi ledakan (W, dalam kiloton) dengan Magnitude gempa (M, dalam hal ini body-wave magnitude/Mb dengan satuan skala Richter) sebagai berikut : log W = 1,5 Mb - 3,82 Untuk gempa Yogya, dengan Mb = 5,9 skala Richter dibutuhkan ledakan nuklir hipotetik - yang kita sebut saja sebagai "ledakan Parangtritis" - berenergi 107.000 kiloton atau 107 megaton. Sebagai pembanding, letusan bom Hiroshima 'hanya' melepaskan energi 20 kiloton saja atau 5.300 kali lebih lemah. Titik ledak (ground zero) "ledakan Parangtritis" juga harus berada di media yang padat, sehingga satu-satunya kemungkinan hanyalah di dasar laut. Namun akan kita lihat dalam bahasan selanjutnya, jika titik ledak ditempatkan di dasar laut akan muncul bentukan awan cendawan raksasa dan gelombang pasang (tsunami) Dalam sejarah eksperimen ujicoba senjata nuklir ledakan terdahsyat yang bisa dicapai adalah sebesar 50 megaton, ketika militer Uni Soviet meledakkan Tsar Bomba (King of the bombs) hasil racikan Andrei Sakharov dan kawan-kawan di atas pulau Novaya Zemlya di ketinggian 4.000 meter pada 30 Oktober 1961 (Sublette, 1998). Meski secara teoritis bisa saja dirancang senjata nuklir berenergi 100 - 150 megaton menurut metode Sloika/Alarm Clock-nya Sakharov maupun Staged Radiation Implosion-nya Edward Teller & Stanislav Ulam (AS), secara teknis sangat sulit untuk mencapai tingkatan energi tersebut mengingat efisiensi reaksi fissi dan fusi cukup rendah. Sebagai gambaran, bom Hiroshima memiliki efisiensi fissi 'hanya' 1,4 %, sementara Bom Nagasaki sedikit lebih tinggi (17 %). Maka sangat sulit menyebut "ledakan Parangtritis" berasal dari ledakan nuklir tunggal. Dan bila dianggap berasal dari ledakan nuklir ganda (multiple), muncul kesulitan teknis lain berupa penanganan sekian banyak hululedak agar bisa terdetonasi secara simultan, mengingat prosedur peledakan senjata nuklir amatlah rumit. Ambil contoh, jika "ledakan Parangtritis" berasal dari hululedak B83 atau B83-1 Bomb (hululedak terdahsyat dalam in
wanawotvideo,
bantul,
jogjakarta,
indonesia,
yogyakarta,
gempa,
earthquake,
pantai,
parangtritis,
detik-detik,
ledakan,
bom,
nuklir,
1m 33s |
2 years ago
YouTube
Keep this video in the "Saved" list
Now, put vTap to work for you!
Let us keep you up to date with new videos related to:
Yogyakarta
wanawotvideo (YouTube)
Go to Feed to see what's new!